menulis merupakan sebuah kegiatan produktif yang dapat memberikan manfaat baik pada penulis pemula maupun penulis profesional. ada 2 macam penulis yaitu non-fiksi dan fiksi. non-fiksi tidak bersifat fiksi namun non-fiksi berkaitan dengan fakta dan data. sumber : https://kbbi.web.id/nonfiksi sedangkan fiksi bersifat imajinasi. penulis bebas menentukan isi ceritanya bagaimana, seaneh apapun ceritanya tidak akan ada masalah.
tujuan saya dalam menulis buku non-fiksi bersifat kebudayaan itu karena saya ingin memperkenalkan budaya-budaya yang ada di sulawesi selatan ini. saya ingin masyarakat kedepannya peduli akan kebudayaannya.
saya berkomitmen ingin menyelesaikan buku ini tepat akhir semester 3 dan motivasi saya adalah untuk menyadarkan masyarakat tentang pentingnya kebudayaan saat ini. itulah bahan bakar saya selama menulis buku ini.
target saya 1 hari 5 halaman sampai akhir semester ini. dan saya berkomitmen akhir semester ini buku saya sudah jadi. kalau tidak saya siap diberi nilai paling buruk oleh dosen saya
semangat saya dalam menulis cukup simple, yaitu dengan cara berpergian sambil menginvestigasi masyarakat setempat tentang budayanya, ini juga dilakukan untuk refreshing sekali-kali agar tidak jenuh didalam ruangan.
saya ingin memperkenalkan budaya bugis-makassar kepada semua orang terutama diluar sulawesi selatan. untuk kedepannya begitu saja dulu kalau ada yang kurang nanti saya akan menambahkan budaya-budaya luar seperti budaya batak atau budaya dibali sana.

Komentar
Posting Komentar