my diary
On Monday I woke up early to start my ESP publishing course. in the morning I get ready like washing my face, making tea before learning starts at 9 am pass. During the lesson, the lecturer started by questioning the blogs of each student because they had been given 1 week to work on their blogs.
the beginning of learning ESP Publishing are:
WHAT IS PUBLISHING
Publishing is the activity of book publishing and book distribution held by the industry that concentrates on producing and reproducing a literature and information or an activity to create information that can be enjoyed by the public.
PUBLISHING HISTORY
Book publishing in Indonesia did not just appear. Book publishing in Indonesia has a long history, especially when most Indonesians are farmers and fishermen. The emergence of publishing in Indonesia was inseparable from the important role of the Dutch East Indies. Hundreds of years of colonizing Indonesia, the Dutch also brought several new civilizations in Indonesia, including publishing. For the first time, book publishing in Indonesia began with the arrival of a printing press by a church missionary. He brought a printing press directly from Europe to create several pages to spread his religion in Indonesia. However, it turned out that the printing press was not enough to meet the needs of his da'wah sheets. Then he brought in three other printing presses again. But again, it turns out that the number of operators who are able to operate these objects is still very less. In the history of book publishing in Indonesia, at the end of the 19th century, there were publishers and printing houses built by Chinese and Malays. They publish pamphlets, brochures, and other prints containing news and stories in Malay or Chinese.
Meanwhile, Dutch-owned printing houses and publishing houses mostly published newspapers, pamphlets, or brochures containing translations from Dutch to Malay. Indigenous people also did not want to be outdone, so many books appeared using regional languages, only the numbers were inferior to the Dutch and Chinese who did have a large number of printing machines.
In the 1950s, many publications appeared on the island of Java which were founded by indigenous people. This is the beginning of the history of book publishing in Indonesia. This is due to concerns because the dominance of publishing is still controlled by the Dutch. Although most of the books published are still idealistic and political in theme, this shows the rise of Indonesian publishing.
In 1955, the government of the Republic of Indonesia took over all Dutch-owned companies and nationalized them, including all publishing and printing houses. The government also provides paper subsidies for all printing and publishing so that all publications are required to produce cheap books. With the existence of cheap books, Indonesian people's interest in reading is also increasing.
The government is really serious about increasing interest in reading among Indonesians. This is evidenced by the establishment of the Lektur Foundation which is tasked with overseeing and controlling the price of books in Indonesia. The growth of publishing and printing in Indonesia is also increasing.
my opinion
so today's material is what publishing is and publishing history. the material is easy to understand. So in the future I want the material that the lecturer thinks about only. I accept it as it is with the material the lecturer brings.
Indonesia
Diary ku
pada hari senin saya bangun pagi untuk memulai mata kuliah ESP publishing. dipagi hari saya bersiap-siap seperti cuci muka, bikin teh sebelum pembelajaran mulai jam 9 pass. saat pembelajaran dosen memulai dengan mempertanyakan blog masing-masing mahasiswa karena sudah diberi 1 minggu untuk mengerjakan blognya.
awal pembelajaran ESP Publishing adalah :
APA ITU PENERBITAN
Penerbitan adalah kegiatan penerbit buku dan distribusi buku yang diadakan oleh industri yang berkonsentrasi memproduksi dan memperbanyak sebuah literatur dan informasi atau sebuah aktivitas membuat informasi yang dapat dinikmati publik.
SEJARAH PENERBITAN
Penerbitan buku di Indonesia ternyata tidak muncul begitu saja. Penerbitan buku di Indonesia memiliki sejarah yang cukup panjang, apalagi ketika masyarakat Indonesia kebanyakan adalah petani dan nelayan. Kemunculan penerbitan di Indonesia ternyata tidak terlepas dari peran penting Hindia Belanda. Ratusan tahun menjajah Indonesia, Belanda juga ikut membawa beberapa peradaban baru di Indonesia, termasuk penerbitan. Pertama kali, penerbitan buku di Indonesia dimulai dari didatangkannya sebuah mesin cetak oleh seorang misionaris gereja. Ia membawa mesin cetak langsung dari Eropa untuk menciptakan beberapa lembaran untuk menyebarluaskan agamanya di Indonesia. Namun ternyata mesin cetak tersebut belum cukup untuk memenuhi kebutuhan lembaran dakwahnya. Lalu ia pun mendatangkan tiga mesin cetak lainnya lagi. Namun lagi-lagi ternyata jumlah operator yang mampu mengoperasikan benda tersebut juga masih sangat kurang. Dalam sejarah penerbitan buku di Indonesia, pada akhir abad ke 19, muncul penerbit dan percetakan yang dibangun oleh orang Tionghoa dan Melayu. Mereka menerbitkan pamflet, brosur, dan cetakan lain yang berisi berita maupun cerita dengan bahasa Melayu atau Tionghoa.
Sedangkan percetakan dan penerbitan milik Belanda kebanyakan menerbitkan surat kabar, pamflet, atau brosur yang berisi terjemahan dari bahasa Belanda ke Melayu. Masyarakt pribumi juga tidak mau kalah sehingga banyak muncul buku yang menggunakan bahasa daerah, hanya saja jumlahnya kalah dengan Belanda dan Tionghoa yang memang memiliki mesin cetak dalam jumlah banyak.
Di tahun 1950-an, banyak muncul penerbitan di pulau Jawa yang didirikan oleh pribumi. Dimana ini menjadi awal sejarah penerbitan buku di Indonesia. Hal ini dikarenakan kekhawatiran karena dominasi penerbitan masih dikuasai oleh Belanda. Meskipun kebanyakan buku yang diterbitkan masih bertema idealis dan politik, namun hal ini menunjukkan mulai bangkitnya penerbitan Indonesia.
Pada tahun 1955, pemerintah Republik Indonesia mengambil alih semua perusahaan milik Belanda dan menasionalisasinya, termasuk semua penerbitan dan percetakan. Pemerintah juga memberikan subsidi kertas pada semua percetakan dan penerbitan sehingga semua penerbitan wajib menghasilkan buku yang murah. Dengan adanya buku yang murah, maka minat baca orang Indonesia pun semakin bertambah.
Pemerintah benar-benar serius dalam meningkatkan minat baca masyarakat Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan didirikannya Yayasan Lektur yang bertugas untuk mengawasi dan mengendalikan harga buku di Indonesia. Pertumbuhan penerbitan dan percetakan di Indonesia pun semakin meningkat.
my opinion
jadi materi hari ini adalah apa itu penerbitan dan sejarah penerbitan. materinya mudah dimengerti. jadi kedepannya saya ingin materi yang dipikirkan dosen saja. saya terima apa adanya dengan materi dosen bawakan.

Komentar
Posting Komentar